my new ride, Ninja 250R

19 November 2009

n i n j a . . . . .

Tampaknya satu kata dengan dua suku kata tersebut sudah melekat erat dalam hatiku… (halah!!)

Sejak pertama kali duduk di jok motor laki bernama ninja 150r yang tak lain lagi adalah mantan kendaraan R2-ku, rasanya seperti menjadi seorang laki-laki sejati… (halah!! lagi)

Singkat cerita, “ku tak mau pindah ke lain hati”, dalam hal ini adalah merek dan nama sepeda motor yang sama walaupun sangat berbeda karakteristik.

Alhamdulilah… Kawasaki Ninja 250R, sang pengganti Si Biru ini sudah berhasil kukandangkan pada tanggal 28 Mei 2009, saat itu hati rasanya berdebar-debar saat perjalanan pulang kantor untuk melihat motor yang sudah dikirim ke rumah sejak pagi harinya.

Sebelumnya, saya sudah mengetahui bagaimana bentuk dan detil motor ini pada saat service akhir Si Biru. Yang ada dibenakku saat itu, motor 250cc ini memiliki body bongsor yang benar-benar berkesan MoGe (paling tidak bagi orang Indonesia seperti saya). Namun walau motor itu benar-benar terlihat ‘wah’ bagi saya, rasanya masih ada yang kurang secara visual bagi motor ini dalam keadaan orisinil, diantaranya adalah berikut:

1. Setang yang masih berada diatas yoke sehingga masih tampak tinggi dan sedikit mengurangi aura motorsport yang ada.

2. Shock depan yang masih berupa teleskopik dan terlalu tinggi.

3. Fender belakang yang masih berkesan seperti motor bebek.

4. Ban belakang yang masih berukuran 130/17/60, sehingga kesannya masih tanggung untuk bisa dikatakan sebagai motor laki.

5. Jok belakang yang masih terbuka untuk boncenger.

6. Knalpot panjang dan besar, kelihatan sedikit kurang praktis dan suaranya benar-benar malah bikin ninja jadi ninja, ‘menyelinap tanpa suara’.

Namun ke-6 hal yang sedikit mengganggu tersebut beberapa diantaranya masih bisa diselesaikan oleh pihak Kawasaki Indonesia (KMI). Mereka menyediakan parts orisinil tutup jok belakang (Single Seater) dan knalpot semi racing (maaf lupa namanya) yang dijual di dealer Kawasaki Depok (mungkin tiap dealer menawarkan opsi berbeda). Karena saya tidak begitu suka dengan knalpot semi racing itu, maka saya hanya memilih untuk membeli single seaternya saja. Dan ketika saya menanyakan perihal ban belakang yang kurang garang, Pak Yulianto (mungkin sales manajer saat itu) menawarkan saya untuk menggantinya dengan ban apapun yang sesuai dengan keinginan saya.

Saya pikir dengan ukuran swing arm orisinil seperti apa adanya, maka ban Bridgestone BT092 ukuran 160/17/60 saat itu menjadi pilihan yang tepat bagi saya. Maka tanpa pikir panjang Pak Yulianto mengisyaratkan ‘Okey’, dan saat itu pula terjadi transaksi tambahan untuk ban belakang dan single seater yang saya pesan agar langsung dipasang pada saat dikirim ke rumah. Saya juga memilih warna hitam karena sifatnya netral sehingga bisa matching walau memakai busana apapun kemanapun selain warna hitam yang memang berkesan garang dan elegan.

Kawasaki Ninja 250R hitam ini akhirnya kuberi nama ‘Ninin’.

Kesan pertama saat mengendarai motor ini… hmmmm… emmm… gmana yah… hmmm… apalagi saya break in diatas 6000rpm… hmm… emmm… MENGESANKAN!!!! Pokoknya untuk performa walau dalam kondisi standard… MENGESANKAN!!!!

Selama beberapa bulan lamanya, dengan sabar menunggu dan terus mencari, akhirnya saya mendapatkan beberapa aksesoris tambahan (yang benar2 rapih dalam pembuatan produknya) untuk memperbaiki penampilan Ninin agar tampak lebih racy.

Sebuah body parts berbahan fiber yang minimalis (tanpa sambungan permanen rear fender dan juga spatbor belakang) dan sebuah fender logam minimalis (untuk tempat dudukan plat nomor polisi dan lampu sein untuk memenuhi standar keselamatan berkenda. This is it…

InsyaAllah, modifikasi selanjutnya yang saya inginkan adalah knalpot dan performa. So, mohon doa-nya yah. Aminnn (Piss)

Iklan

9 Responses to “my new ride, Ninja 250R”

  1. Joe TZ Says:

    dibantu doa bro…. amin….

  2. Andree Says:

    kalo dah yakin gak mau ada boncengan sekalian aja bro itu footstep boncenger dilepas. Yang kanan dimodif lagi hilangin besi footstepnya tinggal yang megang knalpot atau bikin baru sekalian.

    • 6elegance9 Says:

      masalahnya sih ternyata masih sering dipake buat anter jemput adek skul kalo lagi gak kkantor, kadang2 lepas tutup jok-single seater sesuai keperluan… jadi ya gak bisa jadi bener2 single seater deh… T,T


  3. yah…musti bener-bener beda di modifnya bro…soalnya dah mulai banyak keliaran di jalan tuh ninja 250…

    motor mahal tampilan wajib beda bro… πŸ˜€

  4. Taufik Says:

    great mods . . . . keep it up πŸ˜€

  5. NinjaLover Says:

    keren sobat..
    semoga ane bisa dapet yang item juga biar kaya “cowo jantan”
    keep Ninja 4ever !!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: